Melihat acara tv tadi sore aku terus berpikir bahwa
kebanyakan orang dinilai dari sisi penampilannya saja. Beberapa kali aku nonton
acara tv tersebut pasti yang ditanyakan setelah nama and bla bla bla terus “kenapa
kamu suka dengannya?” pasti yang dia jawab adalah cakep, cantik, ganteng, kekar
dlll…. Apalagi kalo ditanya alasanya “yah ngerasa PeDe aja jalan kalo sama
pacar cantik or pacar ganteng, kalo sama pacar jelek kan malu mending nggak
jalan aja”. Yah begitu lah kira-kira. Hal itu ternyata sudah menjadi cara pandang
sebagian besar manusia bahwa preoritas utama menilai seseorang pertama kali
adalah dari penampilan dan “putih or mulus” menduduki ranking pertama dalam
kriterianya.
Setelah itu aku teris berfikir, apakah memang pertama kali ketika
menilai seseorang itu dari fisiknya aja???. Terus memangnya
property tak kasap mata bukan menjadi preoritas utama menilai seseorang… yah
begitulah kebanyakan orang sekarang. Sehingga bagi mereka yang memang
ditakdirkan sudah berwajah tampan atau cantik sejak lagir sudah barang tentu
menjadi peran utama dalam menggapai sebuah hubungan. Terus bagaimana bagi
mereka yang mendapatkan reputasi kurang baik dalam penampilan ?? yah begitulah
keaadaannya, bakal terasing dengan sendirinya.
Bagi mereka orang-orang yang reputasinya kurang baik dalam
penampilan, ternyata tidak mau kalah dengan persaingan dunia fashion yang sudah menjamur di dunia alam semesta
jagat raya seluruh dunia dan blab la bla (gak jelas gitu pokoknya). Berlomba-lomba
untuk merenofasi gaya untuk bisa sedap dipandang mata sekaligus menjadi daya
tarik para pecinta fisik. Tidak cukup seribu or dua ribu bahkan jutaan (jika
nggak cukup pakai trilyunan sekalian biar wah) mereka rela keluarkan demi
sebuah penampilan. Memutihkan diri agar supaya kelihatan orang modern dan
berdandan ala celebrity sehingga tak
dirasa katrok atlias ketinggalan jaman. Kadang juga sampai rela memetak-metakkan
pertemanan agar tidak dibilang jadul.
Jujur memang, sesekali aku pernah terpengaruh dengan hal
itu, hingga mengeluarkan kocek yang nggak sedikit. Lambat laun dipikir-pikir
ternyata cepet kempes juga ya kantongnya mana duit bulanan dari orang tua
kadang ngadat (maklum mahasiswa). Sejak itu aku mulai banting stir untuk
kembali apa adanya aja. Mau ada yang naksir ya syukur,klo nggak ada ya
kebangetan hehehe. . .
Ini ceritaku, gimana
menurutmu. . .???


