Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

Penampilan Bukan Menjadi Kriteria Utama

39 comments

Melihat acara tv tadi sore aku terus berpikir bahwa kebanyakan orang dinilai dari sisi penampilannya saja. Beberapa kali aku nonton acara tv tersebut pasti yang ditanyakan setelah nama and bla bla bla terus “kenapa kamu suka dengannya?” pasti yang dia jawab adalah cakep, cantik, ganteng, kekar dlll…. Apalagi kalo ditanya alasanya “yah ngerasa PeDe aja jalan kalo sama pacar cantik or pacar ganteng, kalo sama pacar jelek kan malu mending nggak jalan aja”. Yah begitu lah kira-kira. Hal itu ternyata sudah menjadi cara pandang sebagian besar manusia bahwa preoritas utama menilai seseorang pertama kali adalah dari penampilan dan “putih or mulus” menduduki ranking pertama dalam kriterianya.

Setelah itu aku teris berfikir, apakah memang pertama kali ketika menilai seseorang itu dari fisiknya aja???. Terus memangnya property tak kasap mata bukan menjadi preoritas utama menilai seseorang… yah begitulah kebanyakan orang sekarang. Sehingga bagi mereka yang memang ditakdirkan sudah berwajah tampan atau cantik sejak lagir sudah barang tentu menjadi peran utama dalam menggapai sebuah hubungan. Terus bagaimana bagi mereka yang mendapatkan reputasi kurang baik dalam penampilan ?? yah begitulah keaadaannya, bakal terasing dengan sendirinya.

Bagi mereka orang-orang yang reputasinya kurang baik dalam penampilan, ternyata tidak mau kalah dengan persaingan dunia fashion  yang sudah menjamur di dunia alam semesta jagat raya seluruh dunia dan blab la bla (gak jelas gitu pokoknya). Berlomba-lomba untuk merenofasi gaya untuk bisa sedap dipandang mata sekaligus menjadi daya tarik para pecinta fisik. Tidak cukup seribu or dua ribu bahkan jutaan (jika nggak cukup pakai trilyunan sekalian biar wah) mereka rela keluarkan demi sebuah penampilan. Memutihkan diri agar supaya kelihatan orang modern dan berdandan ala celebrity  sehingga tak dirasa katrok atlias ketinggalan jaman. Kadang juga sampai rela memetak-metakkan pertemanan agar tidak dibilang jadul.

Jujur memang, sesekali aku pernah terpengaruh dengan hal itu, hingga mengeluarkan kocek yang nggak sedikit. Lambat laun dipikir-pikir ternyata cepet kempes juga ya kantongnya mana duit bulanan dari orang tua kadang ngadat (maklum mahasiswa). Sejak itu aku mulai banting stir untuk kembali apa adanya aja. Mau ada yang naksir ya syukur,klo nggak ada ya kebangetan hehehe. . .

Ini ceritaku, gimana menurutmu. . .???

"Baca lanjutannya yuk"

Komersialisasi Kemiskinan

34 comments

Indonesia memang unik ya, berbagai macam yang ada bisa dijual. Entah hutan yang digunduli, entah dari laut bahkan dari harga diri pun juga bisa dijual. Nggak usah jauh jauh menjelajah untuk cari fakta yang ada. TV pun udah cukup rasanya untuk bisa menilai tentang semua hal tersebut dan secara sadar ataupun tidak sadar kita menikmatinya. Bahkan yang lebih miris lagi, ketika menikmati dibarengi rasa belas kasihan seolah-olah ikut merasakannya tanpa kita sadar bahwa ada hal menarik dibalik itu semua.

Taukah kalian tentang hal yang aku maksud ?? tentu sudah paham semua. Banyak sekali acara TV yang sering membuat terenyuh sehingga bisa dinikmati oleh penontonya. Seolah-olah mengajak para penonton untuk bisa merasakan adegan-adegan yang disajikan entah itu adegan menyedihkan atau adegan memelas. Yah meskipun itu diangkat dari realita yang ada atau hanya setingan sutradara semata seperti reality show tentang kemiskinan. Itulah yang menjadi titik kesuksesan dari sebuah produk entertainment ketika bisa mengena oleh penonton.

Banyak sekali setasiun TV yang menayangkan reality show tentang kemiskinan. Mungkin itu diambil dari memang realita nyata atau hanya settingan sutradara ama tim kreatif. Dalam penyajiannya pun penuh mendramatisir dengan adegan-adegan yang nelangsa, tanpa daya dan pasrah menjalani keadaannya. Bahkan terkadang seandainyapun itu diangkat dari realita fakta pasti juga ada bumbu-bumbu agar semakin meyakinkan dan dirasakan oleh para penontonnya.

Secara tidak sadar ataupun bahkan sangat sadar bahwa reality show tersebut menandakan bangsa ini sangat lemah sehingga menjual kemiskinan sebagai hiburan. Bukannya memberikan bimbingan untuk berubah lebih baik malah dijadikan mainan semata. Berapa si honor yang dikasihkan oleh actor-actor reality tersebut dibandingkan dengan presenter yang membawakan acaranya. Dan coba liat retting iklan yang masuk ketika acara tersebut, sangat luar biasa banyaknya. Karena mereka tau kalau kita-kita ini lebih terpesona melihat acara tersebut dibandingkan acara-acara yang memberikan edukasi dan wawasan yang luas.  Ternyata hati, harga diri bisa meleleh hanya karena duit recehan semata. 

Ini Pendapatku, apa pendapatmu. . .???
"Baca lanjutannya yuk"

Kunci Keberhasilan Program Radio

1 comments

PROGRAM RADIO
Tidak ada produk (program/format) yang dibuat oleh produsen (radio), yang mampu cocok dan disukai semua orang (pendengar). Sebuah produk pasti hanya dibutuhkan, cocok dan disukai oleh suatu kelompok tertentu saja, pada suatu masa/periode tertentu pula.

TANTANGAN PEKERJA RADIO
Pekerja radio dihadapkan pada tantangan untuk mampu membentuk kelompok pendengar yang loyal, dengan cara bekerja keras merancang & menyiarkan program-program radio yang selain berkualitas, juga memenuhi Needs (kebutuhan), Wants (keinginan) dan Behavioral (perilaku) pendengarnya.

Kunci Keberhasi Program Radio
  • Berbeda / aneh
  • Berorientasi pada pendengar
  • Konsisten
  • Menjangkau massal dengan penyampaian personal
  • Konten yang relevan
  • Deskripsi yang logis
KREATIFITAS DAN VARIASI
  •  Gaya penyampaian
  • Pengaturan item (hotclock)
  • Kategori topik dan isi
  • Tipe berita
  • Produksi dll
KEMASAN / format PROGRAM RADIO
  • News bulletin
  • Talk show atau diskusi
  • Interview
  • Editorial atau commentary
  • Magazine
  • Documentary (reality)
  • Insertion (vox pop, feature, news flash, etc.)
  • Report (live atau recorded)
(BISA DIKEMAS TERPISAH ATAU GABUNGAN)

BISNIS RADIO BROADCASTING
Bisnis radio menciptakan suatu produk program/format untuk dijual kepada pasar pendengar. Dan membentuk pendengar sebagai produk yang akan dijual kepada pasar pengiklan.

"Baca lanjutannya yuk"

ISLAM DAN BARAT DALAM LINTASAN SEJARAH

0 comments

 
PERIODE & FASE
ISLAM
BARAT
I. KLASIK (650-1.250)
A. Ekspansi, Integrasi dan Kemajuan
(650-1000)


-  Superpower dunia
= Imperium terbesar (Maroko-India Timur)
(-China, Rusian, AS, Imperium terbesar)
= Konversi besar-besaran
= Tradisi ilmu:
1.    Ulama-ilmuan
2.    Karya2 tulis: Asysyifaa’
(- Karya-karya tulis)
3.  Universitas2: Al-Azhar, Cordova
- Dark ages
= Geografis: terisolasi  
Barat     : misteri Atlantik
Timur   : Tartar
Utara    : Kutub
Selatan : Islam
=  Sosial-politik : dominasi feodalisme
B. Disintegrasi
(1000-1.250)


- Disintegrasi politik dan  rusaknya faham agama.
= Klimaks: Hulagu Khan hancurkan Bagdad (1.250)
= The Crusades (1.096-1.204)
(- The Fall of Jerussalem)
- belajar ke dunia Islam

II. PERTENGAHAN (1.250-1.800)
A. Kemunduran  (1.250-1.500)
- Pintu ijtihad tertutup: minat   pada iptek menurun
= Polarisasi Sunni-Syi’i
= Dampak negatif tarekat
= Rekrsitenisasi Andalusia
- Renaisans dan humanisme (1.300-1.400)




PERIODE & FASE
ISLAM
BARAT
B. Tiga Kerajaan Besar        (1.500-1.800)
1. Kemajuan (1.500-1.700)
= Literatur2 di Istanbul, Isfahan dan Delhi
= Masjid-masjid indah

- Pembaharuan Ahmad III dan Ibrahim Mutafarrika di Turki
= Reformasi (potestantisme, 1.500-1560)
= Penemuan Amerika (abad ke-16)
- Penaklukan Timur: orientalisme dan kolonialisme
2. Kemunduran (1.700-1.800)
= Usmani kalah vs Barat
= Safawi kalah vs suku-suku Afghan
= Mugahl kalah vs raja-raja Hindu
- Pembaharuan Syah Waliyullah (India) dan Wahhabi (Arbia)
= Pemikiran: Pencerahan (abad ke-18): Sekularisem dn rasionalisme
= Ekonomi: Kapitalisme
= Politik: Revolusi Perancis (1.789-1.815)
- Kejayaan Kolonialisme
III. MODERN
(1.800-kini)
- munculnya pembaharuan
+ Mesir: Abduh, dll.
+ Turki: Mustafa Kemal, dll.
+ India: Iqbal, dll.
+ Indonesia: Imam Bonjol, Diponegoro,  Haji Rasul, Soorkatti, Cokroaminoto, Ahmad Dahlan.
- perlawanan dan kemerdekaan

- Neo Kolonialisme
+ Berkembangnya Islam di Barat
= Black Moslem/Malcom X.

- Berdkawah dg Kepedulian
- Native Deen=Alhamdu lillaah,
- SOA=Scholars for Hire
Lebih lanjut baca:
- Harun Nasution, Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Gerakan, Jakarta: Bulan Bintang, 1985.
- Perry M. Rogers, Aspects of Western Civilizations, New Jersey: Prentice Hall, 1988.

"Baca lanjutannya yuk"

INDUSTRI BROADCASTING

0 comments
Beberapa Komponen yg terlibat dalam industri broadcasting
·         Stasiun penyiaran : penyiaran radio / tv akan menghasilkan audience. Audience inilah yg ditawakan kepada pengiklan
·         Network : jaringan antara stasiun yg ada di kota-kota lain
·         Penonton dan pendengar
·         Pemasang iklan
·         Production house / industri rekaman
Sejarah singkat Radio
·         1906 Lee de forest menciptakan vacuum tube yg bisa mentransmisi dan menerima lagu, suara dan musik. Hingga th 1916 belum ada perusahaan besar yg tertarik
·         1919-1920, Frank Conrad menyiarkan secara reguler melalui transmitter ke pabriknya di Pitsburg. Program ini ternyata menarik perhatian banyak orang. Sebuah toko besar di sana mulai menjual radio sehingga mulai banyak orang yg menyukai media ini.
·         1922 perusahaan telepon AT&T tertarik pada radio ini yg bisa digunakan untuk menawarkan / mengiklankan barang kepada masyarakat
Perkembangan Radio
·         1926 muncul National Broadcasting Corporation (NBC) di New York.
·         1928 muncul ‘saingan’ NBC yaitu Colombia Broadcasing System (CBS) yg dimiliki oleh Paley Family, pengusaha rokok.
·         1937 NBC memiliki 111 jaringan, sedangkan CBS memiliki 105 jaringan
·         1947 perkembangan radio network ini menurun seiring munculnya film layar lebar dan televisi
Format stasiun Radio
·         Munculnya radio FM mendorong munculnya radio-radio dengan format yg unik dan berbeda dengan yg lain agar dapat ‘menjangkau’ audience yg spesifik pula.
·         News / talk (Sonora, Trijaya)
·         dangdut (pop FM, radio Dangdut)
·         Easy listening (Geronimo, Swaragama)
·         Religious format
Sejarah singkat TV
·         1920-1930 teknologi TV mulai ditemukan dan dikembangkan
·         1935 Inggris mulai menyiarkan siaran TV.
·         1939 USA pertama kali menyiarkan pertandingan baseball melalui TV
·         1939-1945 siaran TV dikuasai Amerika.
·         1948 mulai muncul TV kabel oleh AT&T
TV Program
·         Akhir 1940-an program TV didominasi oleh acara komedi.
·         1950-an acara TV mulai variatif seperti talkshow, kartun, kompetisi dansa, dll
·         1960-an TV menayangkan debat calon presiden AS yaitu JF Kenedy dan Richard Nixon.
TV Publik
·         1960-1970 jaringan TV mencapai puncaknya. Beragam program TV memperoleh rating tinggi, meskipun dijuluki ‘vast wasteland’ oleh ketua Federal Communication Comission (FCC)
·         Sebagai reaksi thd acara TV yg tidak bermanfaat, muncul TV Publik pd th 1967 yg ditandai munculnya the Corporation for Public Broadcasting (CPB) oleh Konggres AS.
TV Kabel
·         1970 ada 3 TV kabel operator (ABC, CBS, NBC) yg mulai beroperasi di beberapa kota.
·         TV kabel menyiarkan program yg tidak ada pd TV biasa (TV UHF) dan audience harus membayarnya
·         1975 muncul HBO, TV kabel dengan jaringan nasional.
Non Commercial Broadcasting
·         Public broadcasting : kepemilikannya oleh kelompok masyarakat
·         Sumber biaya : iuran anggotanya, subsidi dari pemerintah, donasi, dll
·         Public Broadcasting Nasional :
·         Perusahaannya, yang mengelola budget dari pemerintah
·         Public service : melayani kepentingan publik
·         Memproduksi program-program nasional
TV Genre
·         Media TV dalam perkembangannya sangat dipengaruhi oleh radio. Ketika Radio berkembang dalam format tertentu (genre), TV juga demikian.
·         Genre : tipe atau format isi media.
·         Beberapa contoh genre :
·         Education (knowledge tv), movies (cinemax, HBO), music (MTV, VH-1), news (CNN, Fox news), sports (ESPN), cartoons (cartoon network, disney channel)
·         Demographic & lifestyle : women (lifetime), children (nickelodeon), families (the famil channer)
·         General audience channel : superstation (WTBS, WGN), cable originated (Turner network television)




"Baca lanjutannya yuk"

Industri Media Cetak

0 comments

Fungsi Media Massa
•        Menurut Harold Laswell, ada 3 fungsi media :
–        Menggambarkan yg terjadi di lingkungan
–        Menghubungkan bagian-bagian dari masyarakat
–        Transmisi warisan sosial dari satu generasi ke generasi
•        Secara sederhana, media memiliki fungsi :
–        Memberi informasi
–        Mempengaruhi
–        Menghibur
–        Menjadi sasaran pasar untuk barang dan jasa
Bentuk Media Cetak
•       Kesamaan semua media cetak : berupa kata-kata yg tertulis / tercetak, membutuhkan kertas dan tinta
•       Buku : memberikan kualitas yg permanen, oleh sebab itu buku lebih tepat untuk mentransmisikan warisan sosial dari satu generasi ke generasi
•       Majalah dan surat kabar: lebih murah dan lebih sederhana dibanding buku. SK bisa dibuang ketika telah selesai dibaca
Audience
•        Media cetak memiliki audience yg sangat segmented / terbatas. Penerimaan atau penolakan atas suatu pesan akan ‘membentuk’ media itu sendiri
•        Perubahan ‘selera’ audience ini dipengaruhi pula oleh perubahan tren, gaya hidup, perhatian, literasi, dll
Teori McLuhan
•        The medium is the message.
–        Bagaimana cara media berinteraksi dengan audiencenya adalah lebih penting dari pada pesan yg disampaikannya.
–        Perubahan teknologi pada media akan membawa efek pada media lain yang telah ada sebelumnya.
•        Misal munculnya TV akan ‘menggeser’ keberadaan SK/media cetak lainnya karena TV lebih menarik drpd media cetak
Surat Kabar
•        Dualisme identitas surat kabar :
–        Satu sisi sebagai sumber informasi bagi masyarakat, mengkritisi pemerintah, alat demokrasi
–        Di sisi lain SK merupakan lembaga bisnis yg mengutamakan profit, dimana pelanggannya adalah kalangan bisnis
•        Dualisme ini menyebabkan conflict of interest : antara interest bisnis dan nilai profesionalisme jurnalistik
Komunikator dlm SK
•        Ada dua bagian penting dalam SK : pimpinan perusahaan (bagian yg menjalankan bisnis) dan redaktur (bagian yg menangani kegiatan jurnalistik)
•        Pimpinan perusahaan menangani masalah iklan (pemasukan), sirkulasi dan distribusi surat kabar dan hal2 terkait bisnis lainnya
•        Redaktur menangani fungsi jurnalistik dan isi dari media tsb. Redaktur membawahi reporter sebagai pencari berita di lapangan
Pesan dalam SK
•        Secara umum terbagi dua : media lokal atau nasional.
•        Media lokal banyak mengangkat masalah-masalah yg sedang menjadi perhatian audience lokal. Isu yg diangkat bisa isu nasional, selama ia menjadi perhatian masyarakat setempat
•        Media nasional mengangkat isu-isu nasional dan dari seluruh penjuru tanah air.
•        Biasanya SK terbit harian
Kritik thd SK
•        Obyektivitas pemberitaan. Berita seharusnya tidak mengandung opini wartawan, memenuhi prinsip2 jurnalistik, namun tidak sepenuhnya terpenuhi
•        Siapa yang menentukan suatu berita bisa dimuat? Tidak semua berita dapat dimuat, namun ketika ada suatu berita dimuat apa pertimbangannya? Kadang karena orang yg memiliki berita tsb memiliki akses atau hubungan tertentu dengan pengelola media
•        Tidak adanya forum kritik.
•        Liputan pemberitaan tidak berimbang
MAJALAH
•        Terbit tidak setiap hari (biasanya mingguan, dua-mingguan, bulanan, dll)
•        Memiliki format yg berbeda dengan SK. Misal kertas lebih bagus, dijilid rapi, berwarna, dll
•        Audience majalah lebih segmented, dibagi berdasarkan demografi (gender, usia, latar belakang pendidikan dan sosial ekonomi)
•        Majalah juga tergantung pada perolehan iklan
Majalah
•        Audience sangat segmented maka pesan dibuat yang sesuai dengan audience majalah tsb
•        Beberapa contoh majalah berdasarkan demografi audience: femina (untuk wanita karir usia 20 - 30 th), kartini (untuk wanita mapan usia 35 ke atas), HAI (majalah remaja pria), dll
Beberapa contoh majalah berdasarkan isu : Tempo (majalah berita mingguan), Cosmopolitan (majalah fashion wanita), Panasea (majalah kesehatan), dll
Buku
•          Memiliki fungsi media untuk memberi informasi, mempengaruhi dan menghibur
•          Penulis buku bisa menuliskan apa saja yg dianggapnya menarik
•          Jumlah buku yg dicetak biasanya terbatas
•          Penerbit buku memiliki 3 peran penting :
–        Menseleksi naskah buku yg akan diterbitkan
–        Memproduksi buku beserta ilustrasinya
–        Mengambil resiko ketika menginvestasikan uangnya untuk membiayai cetak buku.

"Baca lanjutannya yuk"

Sejarah Media Massa

1 comments

First Media
  • Gambar dan simbol di dinding gua pd 27.000 SM di gua2 Perancis
  • Tulisan pictograph, ideograph (menggunakan simbol2 gambar untuk menyatakan suatu pesan) 4.000 SM di Mesir
  • 400 M, penggunaan daun papirus dan perkamen sebagai media penulisan pesan di Eropa, Cina
  • 2 M, di cina memulai teknik cetak dengan mengukir huruf di kayu, diolesi tinta kemudian di cetak diatas kertas
  • 1456 M, Johan Guttenburg (Jerman) mencetak 42 garis tulisan Bible
Revolusi Mesin Cetak
  •  Sejak penemuan Guttenburg, perkembangan mesin cetak di berbagai tempat membawa konsekuensi makin banyak orang yg memiliki buku
  • Th 1600 - 1700 makin banyak buku yang dicetak tiap bulan, efeknya
- Berkembangnya pendidika
- Buku menjadi alat politik yg memiliki kekuatan ‘menyebarkan pemikiran politik penguasa’. Misal di Inggris, raja Henry VIII melarang sejumlah buku dan memberlakukan sistem perijinan untuk menerbitkan buku th 1529
Perkembangan Surat Kabar
  • Pada masa Nabi Isa, pemerintahan Roma menerbitkan berita harian di tempat publik
  • Pertengahan 1500 M, Gazetta, pemberitaan tentang perang di Dalmatia yg diterbitkan oleh pemimpin Venesia, dan masy Venesia yg ingin mengcopy harus membaya
  • 1621 M, The coranto terbit di Inggris. Koran selembar yg memuat berita luar negeri
  • 1704 M, The boston Newsletter. Sebuah surat kabar yg diisinya dikontrol oleh pemerintahan koloni Inggris di Amerika
  • 1721 M, The New England Courant. SK ‘swasta’ yg memuat informasi tentang perdagangan dan dari kota-kota sekitar. James Franklin - pembuatnya - sempat masuk penjara
Surat kabar Harian
  • 1783 surat kabar harian mulai hadir : the Pennsylvania Evening Post dan Advertiser
- Pada masa itu, kertas masih terbuat dari rags (semacam kain), dengan teknik cetak hand press (cetak tangan), sehingga harganya mahal, audience terbatas
  • Awal abad 19, perkembangan teknologi mesin cetak.
- 1827, mesin cetak dgn tenaga kuda di boston bisa mencetak 500 - 600 halaman/jam
- 1830-an, bisa menghasilkan 4000 lembar bolak balik
- 1833, muncul New York Sun, yg dijual dijalan dengan harga 1 penny (the penny press). Bisa terjual 8000 exp/hari. Tiga tahun berikutnya terjual 30.000 exp/hr
Munculnya jurnalisme ‘kuning’
  • 1890-an, Joseph Pulitzer berhasil meningkatkan sirkulasi SK the Sunday World di New York menjadi 300.000 exp/hr
  • 1895, William Randolph Hearst mencoba ‘menyaingi’ Pulitzer dengan membuat pesan media yg menarik pembaca melalui daya tarik simpati, marah, gambar yg menarik, aneh
-  Melalui New York Journal, Hearst memulai jurnalisme ‘Kuning’ dengan menampilkan informasi kriminal, seks, cerita yg bombastis, ekpos kesalahan dan korupsi seseorang, foto yg sensasional, dll
- Sirkulasi koran ini berhasil menyaingi the Sunday World.
"Baca lanjutannya yuk"