Menanti Tetes Embun Musim Kemarau (P.3)

"Indahnya Kampung Halaman"

Meniti langkah demi langkah bertegursapa diruas-ruas jalan menjadi hal yang serasa wajib dikampungku. Begitu juga dengan bapak saat melangkahkan kakinya menuju kebun. Maklumlah kala itu desaku masih sangat primitive tapi menyenangkan. Jalan yang masih alami, tatanan bebatuan yang rapi tanpa bau lumbung birokrasi. Bangunan-bangunan rumah yang sederhana serta udara sejuk tanpa bau polusi perkotaan menjadikan kawanan burung masih setia berkicau dikampung kami.

Inilah kampungku, desa Candi namanya. Desa yang berada didaerah terpencil dalam hutan pinggiran kota Wonosobo. Pepohonan yang masih setia mengelilingi desa kami, menandakan akan tak relanya kami dijamah oleh para penguasa. Bukan tak mau selektif menerima peradaban baru, akan tetapi akses yang susah dan pola pikir masyarakat yang masih tradisional menjadikan kami susah untuk berkembang.

Kala itu pendidikan formal pun sangat minim didapatkan, kebanyakan dari mereka hanya menjalankan kewajiban pemerintah yaitu wajib belajar 9 tahun. Selebihnya, hanya menggantungkan tanah leluhur untuk mencukupi kebutuhan hidup. Mau gimana lagi, akses sekolah yang sangat jauh, ditambah perekonomian yang bergelombang bagai ombak laut memutuskan untuk tak berspekulasi.

Rutinitas setiap pagi anak-anak remaja dan pemuda nongkrong dipinggir jalanbahkantak jarang orang tua juga ikut berkumpul, berbagi cerita sambil menyapa sang mentari. Meskipun obrolannya tak bermakna seperti para pejabat kota, setidaknya bisa mempererat kebersamaan dikampung kami. Apalagi ditemani kopi hangat dan beberapa batang rokok serasa memalingkan waktu yang terus berjalan. Maklum ketika pagi udara masih sangat dingin, tak jarang beberapa dari mereka masih berselimut sarung saat kumpul.

Bertolak belakang dengan tradisi metropolitan, ringan tangan tuk saling membantu satu sama lain masih terus dipertahankan. Saat tetangga sedang hajatan, tak segan-segan tetangga yang lain ikut membantu, saling berbagi makanan tanpa mengharap balasan. itulah yang membuat kami selalu bersyukur kepada Tuhan atas nikmatNya.

Setelah bertegur sapa, bapak melanjutkan langkahnya lagi menuju kebun. Beberapa saat setelah melewati kuburan, mulailah masuk kedalam rimba. Deringan penunggu hutan tak henti-hentinya bersautan, pepohonan perdu yang menjulang kelangit mencegah sinar mentari menuju permukaan. Suasana sunyi, tapi tak menyurutkan langkah bapak untuk mengais rizki. Sesekali pepohonan berteriak saat angin mulai mengganggu, seolah suara itu seperti pintu yang terbuka. Sunyi sepi tak betah menyelimuti ketika kawanan burung berkontes ria sambil berjoget bersama sang tupai. Tak lama kemudian sampailah bapak dipetakan tanah kecil tempat bapak berkarya.

Coretan sebelumnya :

126 komentar:

  1. Postingan yang bagus kawan
    sukses selalu ya

    BalasHapus
  2. nice blog, sy sdh folow nya, di tunggu folback :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi yak. . . . folback segera. . .

      Hapus
  3. Kunjungan dini hari sobat
    Rindu akan indahnya alam yang masih alami
    Ada bingkisan kecil untuk sobat

    BalasHapus
    Balasan
    1. bingkisan apa mbak. . .??? wah jadi ngrepotin mbak riris aja nih. .

      Hapus
  4. tapi desa sekarang juga sudah mulai berubah yah walau ga separah di kota

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin beberapa tahun kemudian bisa menyamai kota... :D

      Hapus
    2. bisa jadi. . . . makanya harus perlu dijaga. . . paling tidak memperlambat perubahan..

      Hapus
  5. wah kangen suasana desa gan jadinya. ane juga dulu di purwokerto, enak banget, damai.
    persis sama di cerita tapi beda tipis lah.
    klo di kota 'lo lo gue gue' tetanga hajatan aja malah pada ribut, ribut buat makan doang.
    kadang ane berpikir, mungkin indonesia lebih enak kaya dulu aja kali ya. ga ada penerangan ga ada teknologi, tapi semua bersatu, kata slang makan ga makan asal kumpul. suasana yang asik di setiap penjuru, saling gurau dan saling sapa. sekarang semenjak adanya teknologi (misalnya BB) orang malah jadi 'mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat'

    kangen kampung euy gan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat banget. . . . apalagi bisa becanda ama tetangga ngapak yak hehehehe. . . . mudik dong bang. . . .

      Hapus
  6. jadi takana jo kampuang awak di solotigo, bhahaha
    sukses buat tugas2nya, sob!

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku bulan lalu disolotigo 3 hari bang. . . . biasa kegiatan organisasi. . .

      Hapus
  7. Kalau saya menanti datangya hujan mas bro...

    soalnya disini kemarau :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kasian bang abed. . . . di jogja ni ujan terus klo sore bang

      Hapus
  8. suasana daerah nan asri dan tampak menyamankan hati :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya. . . . tapi kadang mengen juga ngerasain udara kota. .

      Hapus
  9. tulisan dan bahasanya sangat bagus sekali,,, memancing hati, ingin tau cerita selanjutnya..^^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. ditunggu ya mbak. . . . siip deh. . .

      Hapus
  10. eh kalo gak salah, susu dulu ini gak gini deh bentuknya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. susu sedang beradaptasi dengan template mbak. . . cari2 template gak da yang cocok. ada sumbangan template gratis mungkin yang keren dan unik. . ???

      Hapus
    2. Coba main di bloggertemplates, disana banyak deh yg oke :)

      Hapus
    3. siap meluncur... . . mbak. . . .. apa dipilihin hahahaa

      Hapus
  11. assik.... ada kelanjutanya nih nanti hehe

    BalasHapus
  12. ...mmmh..Desanya menurut Deskripsi yang kamu buat adalah Desa yang indah sangat..sama seperti desaku juga...yang kaya akan keindahan
    Sukses selalu Brother :)
    tulisan yang bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah se ssehabitat ni ceritanya hehehe. . . seneng deh jadinya ada temen senasip

      Hapus
  13. Kerinduan kicauan burung di pagi hari yang sudah lama tidak aku dengar lagi
    dulu setiap hari aku dengar ricuh burung melompat dan berkica, entah kemana kicau burung itu pergi, kemana burung itu bermain saat ini

    untunglah kita hidup di daerah yang akrab dan guyub

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan jangan pada hijrah ke kampungku kali ya bang . . . hehehe

      iya bang sepakat

      Hapus
  14. kenangan kedamaian dan keakraban yang sudah semakin hilang terkikis oleh karakter individualisme metropolitan :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepkat bang. . . . bahkan yyang dulu hutan pinus yang diambil getahnya oleh warga, sekarang gundul tak berambut

      Hapus
  15. bahasanya bagus,, jadi kangen kampung :D salam kenal :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. masa si bagus. . . ngejek apa ngina nih. . . . ??? hehehehe
      salam kenal juga. ..

      Hapus
  16. itulah indahnya di desa yaa mas.. rasa kekeluargaan dan kebersamaan masih kental terasa, sedikit berbeda dengan di kota yang terkesan cuek terhadap sesama..

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget mbak denok. . . . tapi kadang ada jiwa yang ingin mencicipi suasana kota mbak. . . yah gitu deh....

      Hapus
  17. kayaknya oke juga kalo saya maen ke sana, kapan nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo kapan bang.... aku siap menemani. . . apa pada kopdar aja yok di dieng. . ..

      Hapus
  18. Mengingat kampung halaman ya, Gan? btw koq template-nya jadi merah begini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bang. .. itu kisah masa lalu. . . aku bingung bang, belom ada template yang cocok. gonta ganti malah eror. . .
      ada sumbangan template keren x. . .

      Hapus
  19. Balasan
    1. tepatnya coretan nyata bersambung. . . .

      Hapus
  20. kadang aku merindukan suasana desa yang damai dan tenteram dan hening tp kadang juga ingin merasakan suasana kota yang waah...
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga kadang seperti itu bang. . . .

      Hapus
  21. photonya yang pake sarung mana gan? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sarungnya lagi buat khitan hehehehehe. . . .

      Hapus
    2. saya pernah jalan2 juga ke wonosobo, dulu saya lewat pwrejo, nah katanya sekarang jalan purworejo-wonosobo terputus gara2 tanah longsor...trus lewat mana sekarang enaknya kalo dari arah pwrejo bro...

      Hapus
    3. jangan bilang enak pake helikopter yach :D :D

      Hapus
    4. enggak kok. . . . lewat purworejo masih bisa. . . nyante aja. . . apa pada kopdar aja disana yak. . . enak kayaknya di dieng ntu buat kopdar

      Hapus
    5. ow masih bisa to...brarti ada jalan lain tapi mungkin lebih jauh ya?

      asyek tuh kopdar di dieng, tp jauh juga dari sini, aku di kulonprogo e bro...

      Hapus
    6. yah sekali kali ndak papa . . . .

      Hapus
  22. bahasanya sederhana mudah dimengerti dan mengalir ceritanya deh susu segarr.hehee.. bagusss..kyaknya bakat bikin cerita. hayooo semangat semangaattt...ditunggu cerita selanjutnya ya mas broo...^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak usah lebay deh mi. . . .

      Hapus
    2. hehe..ada yang ngajarin lebay..mkanya jdi lebay.. ditunggu cerita selanjutnyaa.^_^

      Hapus
    3. sapa ayo yang ngajarin lebay. . . .

      Hapus
    4. kasi tau gak yaaa...hohoo..kabuuurrr

      Hapus
  23. Nice posting ... jadi menunggu2 yang selanjutnya. Dikabari ya kalau sudah ada lanjutannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap mbak. . . .makasi ya dah ngikutin tiap coretan. . .

      Hapus
  24. sesejuk embun kurasakan setelah membaca... :)

    BalasHapus
  25. wow, wonosobo, tempat yang indah saya pernah posting beberapa kali tentang tempat itu, kapan2 kita ketemu disana sob :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ssiippp bang. . . sekalian kopdar juga boleh. . . temen2ku anak pencinta alam juga ada kok. . .

      Hapus
    2. wokeh, nanti kalo saya kesana kita ketemuan di sundoro atau sumbing ya, mantabb :D

      Hapus
    3. mending dari bawah naik bareng2 aja bang biar seru. . . .

      Hapus
  26. Wah seperti biasa kisah sosialnya bagus, Di tunggu yg keempatnya.. :D

    BalasHapus
  27. hmmm.. speechless.

    nice post sob :). ane tunggu part 4 nya

    happy blogging

    BalasHapus
  28. kunjungan perdana kemari :D
    trims ya udah main-main ke blogku.

    "saling berbagi makanan tanpa mengharap balasan. itulah yang membuat kami selalu bersyukur kepada Tuhan atas nikmatNya."

    Luar biasa.... aku tinggal di kompleks perumahan ini sudah mo 4 tahun, mukanya nyonya sebelah rumah aja baru liat sekali. dan gak ada juga hasrat untuk berkenalan atau gimana, lawong pagar rumahnya aja udah tinggi bener.

    jadi kangen rumahku yg lama. tetangga sebelah kanan merupakan teman mengajiku (dulu pas SD). tetangga depan rumah? anaknya les privat di aku. tetangga depan satunya lagi? aku sering nginep dirumahnya krn anaknya sebaya denganku. udah kenal semua lah, sungguh beda jauh dgn tinggal dirumah yg ini.

    www.ndutyke.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. cie. . . . mentang mentang dah jadi orang kota, gak mau balik ke kampoeng. . . ayok mbak ndut lampiaskan kekangenanmu buat ngunjungi kampung halaman. . .

      Hapus
  29. sori ni aga OOT, besok ane posting tentang cara masukin file ofice (powerpoint) ke blog ya. nantikan aja. tenkyu sudah berkunjung.

    BalasHapus
  30. hihi,,, iyalah bertegur sapa yah udah pasti, tapi gak smw jga kok.
    AKu jga tggal di desa, tapi namanya aja desa, tempatnya udah komplek
    ttp sama ttga sebelah udah senyum dibalas

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah wong ndeso juga ya mbak nur hehehehehe. . .

      Hapus
  31. udah senyum gak diblas hihi,,,, klo dilingkunganku gak smw bisa sumeh...

    kedudukan jabatan tggi kadang mash menonjol... yah pemikirannya kota..
    tapi aku ttp deso

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah senyumnya narsong kali ntu makanya gak dapet balesan wkwkwkwkwk. . .

      sekarangpun juga udah mule gitu kok di desaku. . . mungkin karena udah terkena virus peradaban x. .

      Hapus
  32. walah di tempat saya malah hujan terus nih sobat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. enk dong. . . dingin dingin gimana gitu hehehehee

      Hapus
  33. ada sindiran untuk pejabat kota juga. lanjutkan coretan mu kakak sapi! aku mendukungmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. sssiiippp. . . . makasi ya dukungannya. . .

      Hapus
  34. pembangunan dinegeri ini blom merata sobat...........

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang gitu si. . . . apa emang yang gak bikin merata itu para calo birokrasi yak. . .

      Hapus
  35. wah~
    padahal ini musim hujan yah :D

    ~aku mah ngga bisa buat template,,coba aja nyari yg gratisan :D

    BalasHapus
  36. aku bisa membayangkan suasana didesa saat ini. hmm.... aku yg benar-benar orang kota saja rasanya malu kalau harus berkunjung dan bermain didesa orangtuaku. Aku salut sama penduduk desa, bisa bangun pagi dan menyapa mentari lebih dulu, bisa survive meski teknologi tak secanggih di kota. Udara yg sejuk dan masih asli seperti penduduknya.

    Hahaha, aku kangen ke desa ibuku. Kapan yach, aku diajak kedesa lagi. hmm....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kok malu si. . . . kenapa juga harus malu mbak vitri. . . akupun sekarang dikota tetangga sedang menuntut ilmu. . . hayok mabk sekali-kali berkunjung ke desa. . pasti asik deh

      Hapus
  37. Balasan
    1. ow siahkan dengan senang hati. . . . .

      Hapus
  38. Terima kasih sahabat atas berbagi ceritanya ini
    Ijin follow 95

    BalasHapus
  39. aku lagi kangen kampung halaman ku nih

    BalasHapus
  40. Maaf baru kunjungan sobat
    Bingkisannya silahkan check di sini http://ririspunyamimpi.blogspot.com/2012/02/award-lagi-dari-sobat-crz-share.html
    terima kasih ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah aku jemput deh bingkisannya. . . makasi yak. .

      Hapus
  41. Sama dikampung saya sobat kalau pagi hari orang pada sibuk untuk pergi dikebun...hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah ternyata orang kampoeng juga to

      Hapus
  42. Oh, di daerah Wonosobo toh...walo terpencil tapi suasananya pasti sangat teduh dan nyaman ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. pastinya. . . . maenlah kesana mbak

      Hapus
  43. wah pasti tentram sekali ya di kampungmu.. aku sering sekali membayangkan bisa tinggal di kampung indah yg msh alami dan jauh dari hiruk pikuk keramaian kota.. huhuu.. pengeeen..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah nyanjung apa ngejek nih. . . ???

      Hapus
  44. sekarang bukannya musim penghujan yah? ha ha *Tepok jidat
    salam kenal yah,,
    *Kunjungi juga blog gue..

    BalasHapus
  45. maaf klo OOT..,
    sdh dua blog yg aq datangi dan semuax pd ganti kulit/template.., aq jg sendiri dah ganti kulit...,

    mf ya baru sempat mampir, soalx ngurus kulit baru.., nice share & happy blogging sob *smile

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah templatenya bagus bang. . . ajarin dong. . . .

      Hapus
    2. hehe...mf sob sy buta akan bhs HTML, CSS dll pokoke semuax dah..., i2 bukan templet buatan sy bro.., bnyk ko' templet keren + gratis yg beredar di mbah goolge.., tp klo sobat pengen sperti pny sy bisa langsung ke sini :

      http://creatingwebsite-maskolis.blogspot.com/

      klo ada yg kurang jelas bs lngsung ditanyakan sama pembuatnya.., insya Allah akan dijawab.., & msh bnyk templet keren disana... *smile

      Hapus
  46. kata2nya bagus...mga karyanya makin meningkat

    BalasHapus
  47. wah, berbakat bgt jadi pengarang..dapet suasana kampungnya...^^

    BalasHapus
  48. wah, jadi kangen masa kecil sewaktu di desa, bahkan walaupun rumahnya agak jauh pun kita masih saling menganggap bertetangga :)

    BalasHapus
  49. Kalau di kota kehidupan sangat individualis, tak akan ada tuh kegiatan ngobrol (kumpul2) sama tetangga, Nice share :)

    BalasHapus
  50. mf sob baru mampir..., templet baru ni gan :)..,

    emank benar kata penulis2 senior, klo masing2 penulis pny gaya.., & sy suka gaya elo nulis, simple dan penggambaranx indah

    btw soal templet blog.., gmn klo sobat pake aja yg putih simple, tp ini hny saran lho.., tergantung selera masing.., lihat demox disni:

    http://demo.zoomtemplate.com/?dm=http://putihsimpel.blogspot.com/&dl=http://www.box.net/shared/ncgn0g2p56s1m0a67tbs

    BalasHapus
  51. semua memang punya ke enakan tersendiri...

    BalasHapus
  52. coba lihat di Popular post pnya sy.., ada disitu artikel dgn judul 'Relates Post Keren.!'

    smg bermanfaat...

    BalasHapus
  53. wedhan jan komen ngante ratusan SUKSWEESSS tenan mas iki DAHSYAT!

    BalasHapus
  54. wah, kayaknya dah expert bikin cerita neh?

    BalasHapus
  55. desa yang masih perawan yang kayak gini harus diperhankan agar tdk terkontaminasi :D

    BalasHapus
  56. jd pengen tw kampung yang sebenar_na....

    BalasHapus
  57. Rasanya saya seperti kembali ke suatu tempat, bertahun-tahun yang lalu... :)

    BalasHapus
  58. nice blog sob,,,bagus nie blog nya,,beranfaat

    BalasHapus
  59. Desa identik dengan suasanaalamnya yang masih original,tapisekarang desakusudah tidak seperti 10 tahun yangn lalu,sudah banyak pengusaha yang berbisnis di daerah saya,,,,jadi pengen bikin desa baru lagi saya.

    BalasHapus
  60. waa ..
    keren sob ..
    salam sukses selalu :)

    BalasHapus
  61. Tapi mas kan gak hanya 9 tahun kan pendidikannya hehe.
    Gek cepet lulus mass!!!

    BalasHapus